Jumat, 23 Januari 2009

Antara ada dan tiada

Senandung lirih
Antara ada dan tiada
Menyelinap ke dalam sukma
Memenuhi setiap relung jiwa
Mengendap di dasarnya

Mungkinkah suatu saat memunculkan sinarnya?

Sabtu, 03 Januari 2009

Bintang Jatuh

Kami pernah menyala
berdua bernyawa
Kemudian mati bersama

Kini ku kembali
Dalam dendam ke jalanan sepi

Aku sudah mati

tetapi di sini ku bergetar lagi
Aku sudah mati
tetapi di sini ku bergoncang lagi

Di sini aku
berdiri di tempatku yang dulu
dimana ku sering merenungimu

Bulan kehilangan
satu bintang yang tidak pernah mampu bersinar

Langit kesepian
karena jatuh satu bintang suram

Kumenangisi jatuhnya bintang
Ku tak mampu menghidupkan

(mengingatmu, bergetar, bergoncang)

Jumat, 14 November 2008

SEGELAS KOPI SEPIRING KECIL CAMILAN

Mari duduk bersama
Berbicara tentang kita

Menggali rindu yang pernah ada
Mengingat tawa yang enggan mereda
Tersenyum karena pernah tumpah air mata cinta

Dengan segelas kopi
Sepiring kecil camilan
Dalam cahaya temaram
Sudah lama ku menantikan

Mari duduk bersama,
Duduklah agak lama,
Supaya kembali hangat hati kita

Kamis, 13 November 2008

Laki-laki

Laki-laki
melangkah ke arahku
Tersenyum aku
Tetapi matanya tak melihatku

Selasa, 11 November 2008

WELCOME HOME

Kau berkata kau hendak bertapa
Menurutku kau mengembara

Kau berkata kau butuh waktu untuk merasa
Menurutku ini terlalu lama

Kau berkata kau bahagia karena ku bahagia
Menurutku ini adalah lara

Kau berkata kau tidak akan pulang
Menurutku tidak demikian

Ini rumahmu
Di sini kenanganmu
Di sini tersimpan kekayaanmu

Welcome home,
Tinggallah,
Jangan biarkan rumahmu kosong...

(Namun demikian, jika kau berkata kau sudah melupa,
mungkin memang sudah semestinya...)

Senin, 10 November 2008

Sahabat baruku bernama Sunyi

Ini pergelanganku
Coba kau raba
Kau rasa
Masihkah ada detaknya?

Ku bersahabat dengan sunyi
Ternyata ia tak melukai

Ia menawariku untuk bertemu pagi
Ia mau ku menjauhi mimpi

Ku hanya berkata:
"Ku memang merindukan mentari,
tetapi juga mencintai mimpi."

Sahabat baruku adalah Sunyi
Ia yang setia padaku selama ini

Selasa, 07 Oktober 2008

......

Dalam gemerisik angin membentur daun
kurangkum kedua genggamku

Dalam pekatnya malam
kukatupkan kedua kelopak mataku

Dalam rintik gerimis membasahi tanah kering
kubuka pelan bibirku

Kusebut namaMu dengan cinta
Kuberserah dalam kerinduan yang dalam
Kumeresapi ketidakberdayaan

Kumenyadari hanya Engkau

tempat ku berpulang
tempat ku mengadu
tentang kebodohanku,
mimpiku,
kegagalanku,
resahku,
gundahku,
marahku,
rinduku

Tentang segalanya,
hingga ku tak tahu lagi harus berkata apa
bingung,
terdiam,
tercenung,
terpekur.