Waktu itu kutumpahkan air mata
ketika kau menyapa "mengapa"
kala itu hendak kusabung nyawa
ketika kau bertanya "untuk apa"
Mendengarmu, menatapmu dan merasamu,
memaksa waktu berhenti berputar
rintik hujan tertahan di udara
Air sungai berhenti mengalir
Kupu-kupu melayang membatu
Angin tak mampu berhembus syahdu
Hanya sebuah alunan misteri dari dalam hati
mengalunkan senandung cinta
menaburkan aroma berjuta bunga
membelai raga
membuai rasa
memanjakan sukma
Namun tak lama rasa itu berganti lara
sekarang yang tertinggal hanyalah nestapa
dan menyesak sebuah tanya "mengapa"
Rabu, 26 Mei 2010
Minggu, 23 Mei 2010
Edisi Pelepas Rindu
Terikat aku
terkurung diriku
terpenjara batinku
oleh janji-janji di antara kau dan aku
Inilah edisi pelepas rindu
pada penaku
pada kertasku
pada puisiku
padamu
terkurung diriku
terpenjara batinku
oleh janji-janji di antara kau dan aku
Inilah edisi pelepas rindu
pada penaku
pada kertasku
pada puisiku
padamu
Rabu, 10 Februari 2010
Can We Still Be Friend? ~ by Kathleen Sheppard
| I was cold and hurting lost out in the night wandering and searching for heaven's light I saw the night sky clearing when you spread your rainbow wings But little did I know what joy you would bring From that moment on a friendship did start you kissed away my tears and sheltered my heart I bless the day God sent him from above But then I grew fearful for I had fallen in love I told you this feeling and what did you say? You said you liked our friendship and that's how it would stay I cried for a friendship I thought I lost But then felt your warm, gentle hand You then whispered in my ear that by my side you'll forever stand |
Jumat, 16 Oktober 2009
Jatuh Cinta Lagi
Hanya rangkaian kata dalam rima
Itu yang ku punya darimu
Untuk mengenang malam demi malam
bercengkrama...
bersamamu...
Merenungi kata demi kata
Luruh dalam bait demi bait
Meraba makna demi makna
Menyusur sunyi yang tak jua raib
Duhai Kakanda,
Di mana dikau berada?
Ingin kuungkapkan kepadamu saat ini
Ku sedang jatuh cinta lagi
Sekali lagi...
kepada warisan puisi-puisi ini.
(*smile mode on...)
Itu yang ku punya darimu
Untuk mengenang malam demi malam
bercengkrama...
bersamamu...
Merenungi kata demi kata
Luruh dalam bait demi bait
Meraba makna demi makna
Menyusur sunyi yang tak jua raib
Duhai Kakanda,
Di mana dikau berada?
Ingin kuungkapkan kepadamu saat ini
Ku sedang jatuh cinta lagi
Sekali lagi...
kepada warisan puisi-puisi ini.
(*smile mode on...)
Sabtu, 22 Agustus 2009
Yang Tersisa
Ku mendengar senandung
apakah itu kidung cintamu?
Ku berharap itu nyanyian kalbu
yang kaukirimkan untuk damaiku
Sekilas ku menangkap sapamu
apakah kau sedang ungkapkan rindu?
pada satu jiwa yang rapuh
pada satu raga yang berpeluh
Sekali lagi kurasakan getar cintaku
...kepada senandungmu yang mengiris pilu
...kepada sapamu yang menghanyutkanku
dan kepada angin yang menghantarmu ke hadapanku...
apakah itu kidung cintamu?
Ku berharap itu nyanyian kalbu
yang kaukirimkan untuk damaiku
Sekilas ku menangkap sapamu
apakah kau sedang ungkapkan rindu?
pada satu jiwa yang rapuh
pada satu raga yang berpeluh
Sekali lagi kurasakan getar cintaku
...kepada senandungmu yang mengiris pilu
...kepada sapamu yang menghanyutkanku
dan kepada angin yang menghantarmu ke hadapanku...
Sabtu, 30 Mei 2009
Hampa Udara
Perjalanan ini membawaku ke hampa udara
gelap pekat tanpa harap
tanpamu di sana
tanpa siapa-siapa
Tak ada tanda datangnya cahaya
Meniti tiap langkah tanpa rasa
tanpamu di sana
tanpa siapa-siapa
gelap pekat tanpa harap
tanpamu di sana
tanpa siapa-siapa
Tak ada tanda datangnya cahaya
Meniti tiap langkah tanpa rasa
tanpamu di sana
tanpa siapa-siapa
Jumat, 03 April 2009
Cemburu
Tiba-tiba genggammu terlepas
membuat aku terhempas
Sontak kuulurkan tangan untuk menggapaimu
Berharap engkau kembali meraihku
Mata ini berkabut
Kaki ini tak bisa tak bertelut
Dalam rindu kumenatap bayangmu berlalu
Berdua seorang gadis di sampingmu
(Kali ini, tak bisa ku menolak datangnya cemburu)
membuat aku terhempas
Sontak kuulurkan tangan untuk menggapaimu
Berharap engkau kembali meraihku
Mata ini berkabut
Kaki ini tak bisa tak bertelut
Dalam rindu kumenatap bayangmu berlalu
Berdua seorang gadis di sampingmu
(Kali ini, tak bisa ku menolak datangnya cemburu)
Langganan:
Postingan (Atom)