Jumat, 27 Februari 2009

Rindu Pulang

Terduduk dalam diam
Menahan air mata dalam kesesakan
Menghela nafas mencari kelegaan

Aku rindu pulang
kepada keramahan pedesaan
kepada hangatnya kenangan
kepada bunda yang menawarkan pelukan

Aku rindu pulang
sekedar menaruh beban
mencoba mencari dukungan
berharap segar dalam semalam

(Benar, ku ingin pulang...
letih, begitu yang dibilang orang)

Minggu, 08 Februari 2009

Sejak Hari Ini

Ada yang berubah sejak hari ini

Ku bahagia menyambut putihnya pagi,
Ku bernyanyi untuk kuningnya matahari,
Ku melambaikan tangan kepada birunya angkasa,
Ku tersenyum kepada ungunya senja,
Dan ku tertawa lepas kepada malam hitam berjelaga

Ada yang berubah sejak hari ini
Karena ku tahu ku tidak sendiri

Jumat, 23 Januari 2009

Antara ada dan tiada

Senandung lirih
Antara ada dan tiada
Menyelinap ke dalam sukma
Memenuhi setiap relung jiwa
Mengendap di dasarnya

Mungkinkah suatu saat memunculkan sinarnya?

Sabtu, 03 Januari 2009

Bintang Jatuh

Kami pernah menyala
berdua bernyawa
Kemudian mati bersama

Kini ku kembali
Dalam dendam ke jalanan sepi

Aku sudah mati

tetapi di sini ku bergetar lagi
Aku sudah mati
tetapi di sini ku bergoncang lagi

Di sini aku
berdiri di tempatku yang dulu
dimana ku sering merenungimu

Bulan kehilangan
satu bintang yang tidak pernah mampu bersinar

Langit kesepian
karena jatuh satu bintang suram

Kumenangisi jatuhnya bintang
Ku tak mampu menghidupkan

(mengingatmu, bergetar, bergoncang)

Jumat, 14 November 2008

SEGELAS KOPI SEPIRING KECIL CAMILAN

Mari duduk bersama
Berbicara tentang kita

Menggali rindu yang pernah ada
Mengingat tawa yang enggan mereda
Tersenyum karena pernah tumpah air mata cinta

Dengan segelas kopi
Sepiring kecil camilan
Dalam cahaya temaram
Sudah lama ku menantikan

Mari duduk bersama,
Duduklah agak lama,
Supaya kembali hangat hati kita

Kamis, 13 November 2008

Laki-laki

Laki-laki
melangkah ke arahku
Tersenyum aku
Tetapi matanya tak melihatku

Selasa, 11 November 2008

WELCOME HOME

Kau berkata kau hendak bertapa
Menurutku kau mengembara

Kau berkata kau butuh waktu untuk merasa
Menurutku ini terlalu lama

Kau berkata kau bahagia karena ku bahagia
Menurutku ini adalah lara

Kau berkata kau tidak akan pulang
Menurutku tidak demikian

Ini rumahmu
Di sini kenanganmu
Di sini tersimpan kekayaanmu

Welcome home,
Tinggallah,
Jangan biarkan rumahmu kosong...

(Namun demikian, jika kau berkata kau sudah melupa,
mungkin memang sudah semestinya...)