| I was cold and hurting lost out in the night wandering and searching for heaven's light I saw the night sky clearing when you spread your rainbow wings But little did I know what joy you would bring From that moment on a friendship did start you kissed away my tears and sheltered my heart I bless the day God sent him from above But then I grew fearful for I had fallen in love I told you this feeling and what did you say? You said you liked our friendship and that's how it would stay I cried for a friendship I thought I lost But then felt your warm, gentle hand You then whispered in my ear that by my side you'll forever stand |
Rabu, 10 Februari 2010
Can We Still Be Friend? ~ by Kathleen Sheppard
Jumat, 16 Oktober 2009
Jatuh Cinta Lagi
Hanya rangkaian kata dalam rima
Itu yang ku punya darimu
Untuk mengenang malam demi malam
bercengkrama...
bersamamu...
Merenungi kata demi kata
Luruh dalam bait demi bait
Meraba makna demi makna
Menyusur sunyi yang tak jua raib
Duhai Kakanda,
Di mana dikau berada?
Ingin kuungkapkan kepadamu saat ini
Ku sedang jatuh cinta lagi
Sekali lagi...
kepada warisan puisi-puisi ini.
(*smile mode on...)
Itu yang ku punya darimu
Untuk mengenang malam demi malam
bercengkrama...
bersamamu...
Merenungi kata demi kata
Luruh dalam bait demi bait
Meraba makna demi makna
Menyusur sunyi yang tak jua raib
Duhai Kakanda,
Di mana dikau berada?
Ingin kuungkapkan kepadamu saat ini
Ku sedang jatuh cinta lagi
Sekali lagi...
kepada warisan puisi-puisi ini.
(*smile mode on...)
Sabtu, 22 Agustus 2009
Yang Tersisa
Ku mendengar senandung
apakah itu kidung cintamu?
Ku berharap itu nyanyian kalbu
yang kaukirimkan untuk damaiku
Sekilas ku menangkap sapamu
apakah kau sedang ungkapkan rindu?
pada satu jiwa yang rapuh
pada satu raga yang berpeluh
Sekali lagi kurasakan getar cintaku
...kepada senandungmu yang mengiris pilu
...kepada sapamu yang menghanyutkanku
dan kepada angin yang menghantarmu ke hadapanku...
apakah itu kidung cintamu?
Ku berharap itu nyanyian kalbu
yang kaukirimkan untuk damaiku
Sekilas ku menangkap sapamu
apakah kau sedang ungkapkan rindu?
pada satu jiwa yang rapuh
pada satu raga yang berpeluh
Sekali lagi kurasakan getar cintaku
...kepada senandungmu yang mengiris pilu
...kepada sapamu yang menghanyutkanku
dan kepada angin yang menghantarmu ke hadapanku...
Sabtu, 30 Mei 2009
Hampa Udara
Perjalanan ini membawaku ke hampa udara
gelap pekat tanpa harap
tanpamu di sana
tanpa siapa-siapa
Tak ada tanda datangnya cahaya
Meniti tiap langkah tanpa rasa
tanpamu di sana
tanpa siapa-siapa
gelap pekat tanpa harap
tanpamu di sana
tanpa siapa-siapa
Tak ada tanda datangnya cahaya
Meniti tiap langkah tanpa rasa
tanpamu di sana
tanpa siapa-siapa
Jumat, 03 April 2009
Cemburu
Tiba-tiba genggammu terlepas
membuat aku terhempas
Sontak kuulurkan tangan untuk menggapaimu
Berharap engkau kembali meraihku
Mata ini berkabut
Kaki ini tak bisa tak bertelut
Dalam rindu kumenatap bayangmu berlalu
Berdua seorang gadis di sampingmu
(Kali ini, tak bisa ku menolak datangnya cemburu)
membuat aku terhempas
Sontak kuulurkan tangan untuk menggapaimu
Berharap engkau kembali meraihku
Mata ini berkabut
Kaki ini tak bisa tak bertelut
Dalam rindu kumenatap bayangmu berlalu
Berdua seorang gadis di sampingmu
(Kali ini, tak bisa ku menolak datangnya cemburu)
Senin, 30 Maret 2009
Akhir Kisah Kita
Inikah akhir kisah kita
Kamu bilang selamat tinggal begitu saja
Mungkin tidak terlalu berbeda untukku
Kau sudah biasa begitu
Satu pesanku
Aku menunggumu
Kamu bilang selamat tinggal begitu saja
Mungkin tidak terlalu berbeda untukku
Kau sudah biasa begitu
Satu pesanku
Aku menunggumu
Jumat, 27 Maret 2009
Tengah Malam Hingga Menjelang Fajar
Terjaga dari lelapku
Terlempar ke dalam anganku
Tersayat dalam perihku
Semuanya adalah tentangmu
Di tengah malam hingga menjelang fajar
Dalam sepi yang tersepi
Bertanya tentang cinta yang membakar
Merobek menyiksa hati nurani
Tengah malam hingga menjelang fajar
Ingatanku melayang ke seberang lautan
Bertanya-tanya....
Apakah kau di sana ada?
(Ku rindu kau pulang... kepadaku... dan hanya untukku...)
Terlempar ke dalam anganku
Tersayat dalam perihku
Semuanya adalah tentangmu
Di tengah malam hingga menjelang fajar
Dalam sepi yang tersepi
Bertanya tentang cinta yang membakar
Merobek menyiksa hati nurani
Tengah malam hingga menjelang fajar
Ingatanku melayang ke seberang lautan
Bertanya-tanya....
Apakah kau di sana ada?
(Ku rindu kau pulang... kepadaku... dan hanya untukku...)
Langganan:
Postingan (Atom)