Selasa, 03 Agustus 2010

Lika Liku Laki-laki

Dahulu sekali, ku tak pasti kapan dan di mana peristiwa ini terjadi...
ku seperti mengenal seorang lelaki.


Apakah ini nyata,

seingatku ia adalah lelaki pencari cintanya yang sejati.


Ia datang kepada malam,

Berlari kepada sang bulan,

Mencari di antara embun pagi,

dan tidak berhenti bahkan sampai dunia mimpi...


Semangatnya adalah semangat seorang lelaki

mendaki ribuan gunung dan jutaan lembah untuk terus mencari

Tangisannya adalah tangisan lelaki

ketika hatinya merintih demi seorang puteri


Dalam letihnya, tetap ia bersikap sebagai lelaki

yang kemudian tidak sabar menjatuhkan kepalanya di pangkuan seorang puteri

Ia terlihat sangat lelaki

yang tidak bisa menahan gemetar dalam buaian sang dewi


Ia berkata dalam isaknya: "Kamu adalah cinta sejati yang aku cari.
Tolong aku kaucintai. Jikalau kau bisa, cintailah aku sepenuh hati."


(Sejak saat itu, lelaki itu menghilang ditelan bumi.

Namun sesaat tadi, sekejap ku menangkap bayangnya
dan dibiarkannya ku menatap matanya. Mata itu adalah mata lelaki
yang sudah menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada cinta sejatinya)

Kamis, 17 Juni 2010

Cinta Lama

Menatap matanya, ku tenggelam sedalam-dalamnya
(masih seperti dulu)
Menatap senyumnya, ku melayang setinggi-tingginya
(juga tak beda dengan dulu)
Membisikkan namanya, ku bergetar sehebat-hebatnya
(masih seperti sepuluh tahun yang lalu)

Sayang, ini bukan tentangmu
ini tentang cinta lamaku
ku hanya ingin berbagi cerita denganmu
Bukankah engkau masih tempat sampahku?

(i miss u)

Rabu, 26 Mei 2010

Mendengarmu, menatapmu, merasamu

Waktu itu kutumpahkan air mata
ketika kau menyapa "mengapa"
kala itu hendak kusabung nyawa
ketika kau bertanya "untuk apa"

Mendengarmu, menatapmu dan merasamu,
memaksa waktu berhenti berputar
rintik hujan tertahan di udara
Air sungai berhenti mengalir
Kupu-kupu melayang membatu
Angin tak mampu berhembus syahdu

Hanya sebuah alunan misteri dari dalam hati
mengalunkan senandung cinta
menaburkan aroma berjuta bunga
membelai raga
membuai rasa
memanjakan sukma

Namun tak lama rasa itu berganti lara
sekarang yang tertinggal hanyalah nestapa
dan menyesak sebuah tanya "mengapa"

Minggu, 23 Mei 2010

Edisi Pelepas Rindu

Terikat aku
terkurung diriku
terpenjara batinku
oleh janji-janji di antara kau dan aku

Inilah edisi pelepas rindu
pada penaku
pada kertasku
pada puisiku
padamu

Rabu, 10 Februari 2010

Can We Still Be Friend? ~ by Kathleen Sheppard


I was cold and hurting
lost out in the night
wandering and searching
for heaven's light

I saw the night sky clearing
when you spread your rainbow wings
But little did I know
what joy you would bring

From that moment on
a friendship did start
you kissed away my tears
and sheltered my heart

I bless the day
God sent him from above
But then I grew fearful
for I had fallen in love

I told you this feeling
and what did you say?
You said you liked our friendship
and that's how it would stay

I cried for a friendship I thought I lost
But then felt your warm, gentle hand
You then whispered in my ear
that by my side you'll forever stand

Jumat, 16 Oktober 2009

Jatuh Cinta Lagi

Hanya rangkaian kata dalam rima
Itu yang ku punya darimu
Untuk mengenang malam demi malam
bercengkrama...
bersamamu...

Merenungi kata demi kata
Luruh dalam bait demi bait
Meraba makna demi makna
Menyusur sunyi yang tak jua raib

Duhai Kakanda,
Di mana dikau berada?

Ingin kuungkapkan kepadamu saat ini
Ku sedang jatuh cinta lagi
Sekali lagi...
kepada warisan puisi-puisi ini.

(*smile mode on...)

Sabtu, 22 Agustus 2009

Yang Tersisa

Ku mendengar senandung
apakah itu kidung cintamu?
Ku berharap itu nyanyian kalbu
yang kaukirimkan untuk damaiku

Sekilas ku menangkap sapamu
apakah kau sedang ungkapkan rindu?
pada satu jiwa yang rapuh
pada satu raga yang berpeluh

Sekali lagi kurasakan getar cintaku
...kepada senandungmu yang mengiris pilu
...kepada sapamu yang menghanyutkanku
dan kepada angin yang menghantarmu ke hadapanku...