Dahulu sekali, ku tak pasti kapan dan di mana peristiwa ini terjadi...
ku seperti mengenal seorang lelaki.
Apakah ini nyata,
seingatku ia adalah lelaki pencari cintanya yang sejati.
Ia datang kepada malam,
Berlari kepada sang bulan,
Mencari di antara embun pagi,
dan tidak berhenti bahkan sampai dunia mimpi...
Semangatnya adalah semangat seorang lelaki
mendaki ribuan gunung dan jutaan lembah untuk terus mencari
Tangisannya adalah tangisan lelaki
ketika hatinya merintih demi seorang puteri
Dalam letihnya, tetap ia bersikap sebagai lelaki
yang kemudian tidak sabar menjatuhkan kepalanya di pangkuan seorang puteri
Ia terlihat sangat lelaki
yang tidak bisa menahan gemetar dalam buaian sang dewi
Ia berkata dalam isaknya: "Kamu adalah cinta sejati yang aku cari.
Tolong aku kaucintai. Jikalau kau bisa, cintailah aku sepenuh hati."
(Sejak saat itu, lelaki itu menghilang ditelan bumi.
Namun sesaat tadi, sekejap ku menangkap bayangnya dan dibiarkannya ku menatap matanya. Mata itu adalah mata lelaki
yang sudah menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada cinta sejatinya)
Selasa, 03 Agustus 2010
Kamis, 17 Juni 2010
Cinta Lama
Menatap matanya, ku tenggelam sedalam-dalamnya
(masih seperti dulu)
Menatap senyumnya, ku melayang setinggi-tingginya
(juga tak beda dengan dulu)
Membisikkan namanya, ku bergetar sehebat-hebatnya
(masih seperti sepuluh tahun yang lalu)
Sayang, ini bukan tentangmu
ini tentang cinta lamaku
ku hanya ingin berbagi cerita denganmu
Bukankah engkau masih tempat sampahku?
(i miss u)
(masih seperti dulu)
Menatap senyumnya, ku melayang setinggi-tingginya
(juga tak beda dengan dulu)
Membisikkan namanya, ku bergetar sehebat-hebatnya
(masih seperti sepuluh tahun yang lalu)
Sayang, ini bukan tentangmu
ini tentang cinta lamaku
ku hanya ingin berbagi cerita denganmu
Bukankah engkau masih tempat sampahku?
(i miss u)
Rabu, 26 Mei 2010
Mendengarmu, menatapmu, merasamu
Waktu itu kutumpahkan air mata
ketika kau menyapa "mengapa"
kala itu hendak kusabung nyawa
ketika kau bertanya "untuk apa"
Mendengarmu, menatapmu dan merasamu,
memaksa waktu berhenti berputar
rintik hujan tertahan di udara
Air sungai berhenti mengalir
Kupu-kupu melayang membatu
Angin tak mampu berhembus syahdu
Hanya sebuah alunan misteri dari dalam hati
mengalunkan senandung cinta
menaburkan aroma berjuta bunga
membelai raga
membuai rasa
memanjakan sukma
Namun tak lama rasa itu berganti lara
sekarang yang tertinggal hanyalah nestapa
dan menyesak sebuah tanya "mengapa"
ketika kau menyapa "mengapa"
kala itu hendak kusabung nyawa
ketika kau bertanya "untuk apa"
Mendengarmu, menatapmu dan merasamu,
memaksa waktu berhenti berputar
rintik hujan tertahan di udara
Air sungai berhenti mengalir
Kupu-kupu melayang membatu
Angin tak mampu berhembus syahdu
Hanya sebuah alunan misteri dari dalam hati
mengalunkan senandung cinta
menaburkan aroma berjuta bunga
membelai raga
membuai rasa
memanjakan sukma
Namun tak lama rasa itu berganti lara
sekarang yang tertinggal hanyalah nestapa
dan menyesak sebuah tanya "mengapa"
Minggu, 23 Mei 2010
Edisi Pelepas Rindu
Terikat aku
terkurung diriku
terpenjara batinku
oleh janji-janji di antara kau dan aku
Inilah edisi pelepas rindu
pada penaku
pada kertasku
pada puisiku
padamu
terkurung diriku
terpenjara batinku
oleh janji-janji di antara kau dan aku
Inilah edisi pelepas rindu
pada penaku
pada kertasku
pada puisiku
padamu
Rabu, 10 Februari 2010
Can We Still Be Friend? ~ by Kathleen Sheppard
| I was cold and hurting lost out in the night wandering and searching for heaven's light I saw the night sky clearing when you spread your rainbow wings But little did I know what joy you would bring From that moment on a friendship did start you kissed away my tears and sheltered my heart I bless the day God sent him from above But then I grew fearful for I had fallen in love I told you this feeling and what did you say? You said you liked our friendship and that's how it would stay I cried for a friendship I thought I lost But then felt your warm, gentle hand You then whispered in my ear that by my side you'll forever stand |
Jumat, 16 Oktober 2009
Jatuh Cinta Lagi
Hanya rangkaian kata dalam rima
Itu yang ku punya darimu
Untuk mengenang malam demi malam
bercengkrama...
bersamamu...
Merenungi kata demi kata
Luruh dalam bait demi bait
Meraba makna demi makna
Menyusur sunyi yang tak jua raib
Duhai Kakanda,
Di mana dikau berada?
Ingin kuungkapkan kepadamu saat ini
Ku sedang jatuh cinta lagi
Sekali lagi...
kepada warisan puisi-puisi ini.
(*smile mode on...)
Itu yang ku punya darimu
Untuk mengenang malam demi malam
bercengkrama...
bersamamu...
Merenungi kata demi kata
Luruh dalam bait demi bait
Meraba makna demi makna
Menyusur sunyi yang tak jua raib
Duhai Kakanda,
Di mana dikau berada?
Ingin kuungkapkan kepadamu saat ini
Ku sedang jatuh cinta lagi
Sekali lagi...
kepada warisan puisi-puisi ini.
(*smile mode on...)
Sabtu, 22 Agustus 2009
Yang Tersisa
Ku mendengar senandung
apakah itu kidung cintamu?
Ku berharap itu nyanyian kalbu
yang kaukirimkan untuk damaiku
Sekilas ku menangkap sapamu
apakah kau sedang ungkapkan rindu?
pada satu jiwa yang rapuh
pada satu raga yang berpeluh
Sekali lagi kurasakan getar cintaku
...kepada senandungmu yang mengiris pilu
...kepada sapamu yang menghanyutkanku
dan kepada angin yang menghantarmu ke hadapanku...
apakah itu kidung cintamu?
Ku berharap itu nyanyian kalbu
yang kaukirimkan untuk damaiku
Sekilas ku menangkap sapamu
apakah kau sedang ungkapkan rindu?
pada satu jiwa yang rapuh
pada satu raga yang berpeluh
Sekali lagi kurasakan getar cintaku
...kepada senandungmu yang mengiris pilu
...kepada sapamu yang menghanyutkanku
dan kepada angin yang menghantarmu ke hadapanku...
Langganan:
Postingan (Atom)