Riuh siang ini menghadirkan jenuh
di mata, tengkuk, leher, dan dada
Rasanya aku sudah tak kuasa
menanggung beratnya isi kepala
Di manakah kopi?
Aku memerlukannya setiap kurang tidur begini...
Mengapa ia tidak setia lagi?
Bukankah aku tidak pernah menyakiti...
Di manakah pena?
Aku ingin mencoretkannya...
bukan dengan memaksa
tetapi mengikuti irama di antara kita berdua...
Tidak ada yang berguna untukku siang ini
tidak kopi tidak pena
Kuputuskan untuk menelungkup di meja
menutup telinga
dan membayangkan dirimu ada
Waktu berlalu tak terasa
aku menikmati sensasi luar biasa
Seperti di dalam taman bunga
dimana kita berdua bercakap mesra
semilir angin menyegarkan
gemericik air menenangkan
harum putik bunga sedikit memabukkan
Ah,,,
riuh itu tak lagi mencemaskan.
Senin, 21 Februari 2011
Jumat, 21 Januari 2011
Karena engkau memilikiku
Tigapuluh tiga hampir tiga puluhempat tahun,
aku bukan milik siapa-siapa
kecuali Tuhan yang empunya segala
Tidak ada yang mengatur ke mana langkahku
Tidak ada yang berhak mengintimidasi setiap putusanku
ku berbicara tentang seutuhnya hidup atas namaku
Tetapi tidak sekarang
saat tiba-tiba engkau hidup di dalamku
kita berbagi udara berdua
dan merasakan cinta bersama
Seketika ku tersadar
kita tidak lagi terpisahkan
baik di masa sekarang
ataupun di masa menjelang
Hidup ini tidak lagi semata-mata untuk keakuanku
karena engkaulah sekarang hidupku
Semangat ini bukan lagi kebanggaan bagiku
kebanggaan itu hanyalah bagianmu
Cinta ini tidak lagi mencari tuannya
karena ku telah mempersembahkannya kepadamu
Sejak engkau mendiami rahimku
kubagi nafas ini denganmu
juga mimpi dan harapan-harapanku
karena engkau memilikiku...
(sepenuh cinta dan rindu dari ibumu)
aku bukan milik siapa-siapa
kecuali Tuhan yang empunya segala
Tidak ada yang mengatur ke mana langkahku
Tidak ada yang berhak mengintimidasi setiap putusanku
ku berbicara tentang seutuhnya hidup atas namaku
Tetapi tidak sekarang
saat tiba-tiba engkau hidup di dalamku
kita berbagi udara berdua
dan merasakan cinta bersama
Seketika ku tersadar
kita tidak lagi terpisahkan
baik di masa sekarang
ataupun di masa menjelang
Hidup ini tidak lagi semata-mata untuk keakuanku
karena engkaulah sekarang hidupku
Semangat ini bukan lagi kebanggaan bagiku
kebanggaan itu hanyalah bagianmu
Cinta ini tidak lagi mencari tuannya
karena ku telah mempersembahkannya kepadamu
Sejak engkau mendiami rahimku
kubagi nafas ini denganmu
juga mimpi dan harapan-harapanku
karena engkau memilikiku...
(sepenuh cinta dan rindu dari ibumu)
Senin, 17 Januari 2011
Sudut jalan di pagi hari
Seperti biasa
setiap pagi ku sampai di sudut jalan ini
dan aku terbuai...
oleh manisnya aroma gula
yang diperas oleh mesin-mesin perkasa peninggalan Belanda
aku terbuai...
oleh cumbuan sepi yang sudah menjadi kekasihku sekian lama
aku terbuai...
oleh setiap khayalanku tentang nirwana
tanpa celoteh makhluk bernama manusia yang merasa dirinya bijak dalam balutan kata-kata
tanpa gangguan benda bernama telepon yang selalu minta dibanting saat ia berdering
tanpa tagihan bulanan yang datang bersama kurir yang sepertinya mengira segala umpatanku hanya akting belaka...
tanpa kejaran klien yang memaksaku begadang setiap malam karena merasa sudah membayar
tanpa televisi yang menertawakan orang gagap dalam opera van java
tanpa sule, tanpa gayus, tanpa sby,,,,,
Seperti biasa
aku berdiri di sudut jalan ini
sampai aku ejakulasi dibuai sepi
sampai terdengar jeritan sepeda kayuhku tanda ia selesai bercinta dengan rumput dalam balutan embun sebagai selimut
Kembali aku akan datang ke sini
lagi dan lagi...
kala aku dipanggil oleh pagi.
setiap pagi ku sampai di sudut jalan ini
dan aku terbuai...
oleh manisnya aroma gula
yang diperas oleh mesin-mesin perkasa peninggalan Belanda
aku terbuai...
oleh cumbuan sepi yang sudah menjadi kekasihku sekian lama
aku terbuai...
oleh setiap khayalanku tentang nirwana
tanpa celoteh makhluk bernama manusia yang merasa dirinya bijak dalam balutan kata-kata
tanpa gangguan benda bernama telepon yang selalu minta dibanting saat ia berdering
tanpa tagihan bulanan yang datang bersama kurir yang sepertinya mengira segala umpatanku hanya akting belaka...
tanpa kejaran klien yang memaksaku begadang setiap malam karena merasa sudah membayar
tanpa televisi yang menertawakan orang gagap dalam opera van java
tanpa sule, tanpa gayus, tanpa sby,,,,,
Seperti biasa
aku berdiri di sudut jalan ini
sampai aku ejakulasi dibuai sepi
sampai terdengar jeritan sepeda kayuhku tanda ia selesai bercinta dengan rumput dalam balutan embun sebagai selimut
Kembali aku akan datang ke sini
lagi dan lagi...
kala aku dipanggil oleh pagi.
Jumat, 07 Januari 2011
Teramat kurindu
Terbayang setiap inci tubuhmu
Terekam harum aromamu
Kapan ku dapat memelukmu?
Tanpa batas tanpa keraguan
Hanya ada engkau dan aku...
Ingin kurangkai berbait-bait puisi
Ingin kugubah rangkaian-rangkaian nada
tentang engkau kekasih hati penyejuk jiwa
pencipta segala asa...
Ya engkau buah hati bunda,
ingin segera kucium saat engkau tertawa
ingin segera kupeluk saat engkau merajuk
waktu ini terasa sangat lama
hati ini telah terlanjur jatuh cinta
kepadamu sosok mungil berjiwa besar
kesayanganku yang teramat kurindu...
(Oh, beginikah rasanya?)
Terekam harum aromamu
Kapan ku dapat memelukmu?
Tanpa batas tanpa keraguan
Hanya ada engkau dan aku...
Ingin kurangkai berbait-bait puisi
Ingin kugubah rangkaian-rangkaian nada
tentang engkau kekasih hati penyejuk jiwa
pencipta segala asa...
Ya engkau buah hati bunda,
ingin segera kucium saat engkau tertawa
ingin segera kupeluk saat engkau merajuk
waktu ini terasa sangat lama
hati ini telah terlanjur jatuh cinta
kepadamu sosok mungil berjiwa besar
kesayanganku yang teramat kurindu...
(Oh, beginikah rasanya?)
Jumat, 24 September 2010
September In Blue
September ini begitu biru bagiku
bukan biru laut di musim kemarau
bukan biru langit tanpa selaput awan
tetapi biru kelam yang menebarkan kecemasan
September ini memaksaku tetap tegar
mendongak dan berjalan
"kau tak perlu berlari, teman... cukup berjalan."
"bagaimana mungkin lebih dari berjalan... ini sudah lumayan."
September ini sangat kubenci
seperti kubenci Januari
ingin pula kubunuh Februari
tak mau kukenal Maret, April, Mei, Juni
tak ingin kudengar kicau Juli
telingaku pekak terhadap gegap gempita Agustus
kuyakin ku juga tidak merindu Oktober
apalagi Nopember dan Desember...
September ini
tak ingin lagi kutemui....
bukan biru laut di musim kemarau
bukan biru langit tanpa selaput awan
tetapi biru kelam yang menebarkan kecemasan
September ini memaksaku tetap tegar
mendongak dan berjalan
"kau tak perlu berlari, teman... cukup berjalan."
"bagaimana mungkin lebih dari berjalan... ini sudah lumayan."
September ini sangat kubenci
seperti kubenci Januari
ingin pula kubunuh Februari
tak mau kukenal Maret, April, Mei, Juni
tak ingin kudengar kicau Juli
telingaku pekak terhadap gegap gempita Agustus
kuyakin ku juga tidak merindu Oktober
apalagi Nopember dan Desember...
September ini
tak ingin lagi kutemui....
Minggu, 15 Agustus 2010
So Thank You
Even you say: please, release me... let's me go,
i don't understand the meaning
you can't leave me, bab...
because you left me
Since i met you some years ago
i kept you in my heart until now
not for i belong to you
nor you belong to me
But i think i should
because you're meaningful to me
i just believe God sent you on right time
to strengthen me when i was weak
to cheer me in difficult time
to attend me in lonely tide
now you will go
now i still keep you in my deep
now you will fly away
now i still pray for your unlimited
maybe it's the right time to say
so thank you for your help
so thank you because you appreciate me in all my way
and so thank you because you are the one can be trusted in my life
bon voyage...
keep your step, bab...
and sent me some good news if you will
(*dedicated for someone in my everlasting dream)
i don't understand the meaning
you can't leave me, bab...
because you left me
Since i met you some years ago
i kept you in my heart until now
not for i belong to you
nor you belong to me
But i think i should
because you're meaningful to me
i just believe God sent you on right time
to strengthen me when i was weak
to cheer me in difficult time
to attend me in lonely tide
now you will go
now i still keep you in my deep
now you will fly away
now i still pray for your unlimited
maybe it's the right time to say
so thank you for your help
so thank you because you appreciate me in all my way
and so thank you because you are the one can be trusted in my life
bon voyage...
keep your step, bab...
and sent me some good news if you will
(*dedicated for someone in my everlasting dream)
Selasa, 03 Agustus 2010
Lika Liku Laki-laki
Dahulu sekali, ku tak pasti kapan dan di mana peristiwa ini terjadi...
ku seperti mengenal seorang lelaki.
Apakah ini nyata,
seingatku ia adalah lelaki pencari cintanya yang sejati.
Ia datang kepada malam,
Berlari kepada sang bulan,
Mencari di antara embun pagi,
dan tidak berhenti bahkan sampai dunia mimpi...
Semangatnya adalah semangat seorang lelaki
mendaki ribuan gunung dan jutaan lembah untuk terus mencari
Tangisannya adalah tangisan lelaki
ketika hatinya merintih demi seorang puteri
Dalam letihnya, tetap ia bersikap sebagai lelaki
yang kemudian tidak sabar menjatuhkan kepalanya di pangkuan seorang puteri
Ia terlihat sangat lelaki
yang tidak bisa menahan gemetar dalam buaian sang dewi
Ia berkata dalam isaknya: "Kamu adalah cinta sejati yang aku cari.
Tolong aku kaucintai. Jikalau kau bisa, cintailah aku sepenuh hati."
(Sejak saat itu, lelaki itu menghilang ditelan bumi.
Namun sesaat tadi, sekejap ku menangkap bayangnya dan dibiarkannya ku menatap matanya. Mata itu adalah mata lelaki
yang sudah menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada cinta sejatinya)
ku seperti mengenal seorang lelaki.
Apakah ini nyata,
seingatku ia adalah lelaki pencari cintanya yang sejati.
Ia datang kepada malam,
Berlari kepada sang bulan,
Mencari di antara embun pagi,
dan tidak berhenti bahkan sampai dunia mimpi...
Semangatnya adalah semangat seorang lelaki
mendaki ribuan gunung dan jutaan lembah untuk terus mencari
Tangisannya adalah tangisan lelaki
ketika hatinya merintih demi seorang puteri
Dalam letihnya, tetap ia bersikap sebagai lelaki
yang kemudian tidak sabar menjatuhkan kepalanya di pangkuan seorang puteri
Ia terlihat sangat lelaki
yang tidak bisa menahan gemetar dalam buaian sang dewi
Ia berkata dalam isaknya: "Kamu adalah cinta sejati yang aku cari.
Tolong aku kaucintai. Jikalau kau bisa, cintailah aku sepenuh hati."
(Sejak saat itu, lelaki itu menghilang ditelan bumi.
Namun sesaat tadi, sekejap ku menangkap bayangnya dan dibiarkannya ku menatap matanya. Mata itu adalah mata lelaki
yang sudah menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada cinta sejatinya)
Langganan:
Postingan (Atom)